Link copied to clipboard!
Home / News / Article
News January 08, 2026

Merawat Sejarah, Menembus Dunia: Perjalanan Haji Edi dan PT Empat Sekawan Mulia

Merawat Sejarah, Menembus Dunia: Perjalanan Haji Edi dan PT Empat Sekawan Mulia
Share:
PAMEKASAN - Dari tangan seorang perantau, lahirlah sebuah mimpi besar yang kini dikenal sebagai PT Empat Sekawan Mulia (ESM). Perusahaan rokok lokal yang tumbuh dari kesederhanaan, namun berani menatap dunia. Di baliknya berdiri sosok Haji Suhaydi, atau yang akrab disapa Haji Edi, seorang putra Lombok yang menjadikan Madura sebagai tanah pengabdian dan harapan.

Haji Edi lahir di Lombok pada 30 Oktober 1974. Perjalanannya tidak dimulai dari kemewahan, melainkan dari bawah, dari kerja teknis yang menuntut ketekunan dan keuletan. Tahun 2005 menjadi titik penting dalam hidupnya ketika ia bergabung dengan PT Sadhana Arif Nusa Madura sebagai teknisi lapangan. Dari sana, ia belajar mengenal dunia tembakau secara menyeluruh—tentang proses, kualitas, dan nilai kejujuran dalam bekerja.

Langkah demi langkah dijalani. Jatuh dan bangkit menjadi bagian dari proses hingga akhirnya ia dipercaya menduduki posisi station manager. Dari pengalaman panjang itulah Haji Edi memahami satu hal penting: industri tidak dibangun dari warisan, tetapi dari kerja keras, keteguhan, dan keberanian mengambil risiko.

Kesadaran itulah yang melahirkan PT Empat Sekawan Mulia, yang resmi berdiri pada 28 Oktober 2019, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sebuah tanggal yang sengaja dimaknai sebagai simbol persatuan dan semangat kebangkitan. Nama Empat Sekawan bukan sekadar identitas bisnis, melainkan penghormatan kepada empat sahabat yang setia mendukung langkahnya sejak awal—sebuah pengingat agar sejarah dan kebersamaan tidak pernah dilupakan.

Brand perdana yang dilahirkan adalah Djava Kretek Hijau. Nama Djava dipilih sebagai penanda kuatnya rasa dan karakter Indonesia. Dari Madura, Haji Edi meracik cita rasa yang berani, konsisten, dan berkarakter—menyatu dengan identitas lokal namun berstandar global.

Perusahaan yang bermula dari mimpi sederhana itu tumbuh pesat. Kini, PT Empat Sekawan Mulia memproduksi lebih dari 20 brand Java melalui dua pabrik yang beroperasi di Sumenep dan Pamekasan. Tak hanya menguasai pasar domestik, produk-produk PT ESM juga secara rutin menembus pasar internasional, termasuk Filipina, menjadi bukti bahwa rokok lokal Madura mampu bersaing di panggung dunia.

Pengakuan itu semakin kuat ketika Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman secara simbolis melepas ekspor produk PT ESM. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa nama Madura kini ikut berkibar di luar negeri, membawa cerita tentang kerja keras, kualitas, dan kearifan lokal.

Bagi Haji Edi, membangun PT ESM bukan semata membangun bisnis. Ia ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas: membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap produk daerahnya sendiri.

Perjalanan panjang yang dilaluinya menjadikan PT Empat Sekawan Mulia layak disebut sebagai pelopor rokok lokal berkelas dunia. Sebuah kisah tentang mimpi yang diracik dengan ketulusan—dari seorang putra Lombok yang jatuh cinta pada Madura, dan memilih menjadikannya rumah untuk berkarya. (Humas PT ESM)

Gallery

Gallery image
Gallery image