News

Stay informed with our latest announcements, insights, and industry news

Menjaga Denyut Nadi Ekonomi Madura
2026-01-08 01:05:51

Menjaga Denyut Nadi Ekonomi Madura

Awalnya, masyarakat Madura hanya memungut putung rokok yang berserakan di jalan atau tempat umum. Sisa-sisa tembakau itu dikumpulkan, dibersihkan, lalu dimanfaatkan kembali dengan cara sederhana. Lambat laun, pabrik-pabrik rokok di Pulau Jawa mulai mengirimkan batangan rokok ke Madura untuk diproses ulang dan dikemas dalam plastik. Dari kegiatan sederhana itu, tumbuhlah sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat. Tembakau kemudian menjadi tolok ukur kemajuan ekonomi Madura. Komoditas ini mampu menghadirkan pemasukan yang besar, bahkan mencapai Rp 1 hingga 1,5 triliun setiap musim panen. Namun, harga tembakau yang fluktuatif akibat kebijakan pemerintah yang sering berubah yang mendorong masyarakat Madura mencari cara untuk tetap bertahan. Dari situlah muncul kreativitas untuk mengolah tembakau murah menjadi rokok rumahan demi menambah penghasilan. Prosesnya dijalankan secara otodidak, tanpa pengetahuan atau keterampilan teknis yang memadai. Mereka bukan tidak mau mematuhi aturan, tetapi kebutuhan hidup membuat mereka harus terus berusaha. Sementara itu, berbagai program pemerintah dari masa ke masa—seperti bantuan sosial dan padat karya—sering kali tidak berkelanjutan, sehingga dampaknya kurang terasa di lapangan. Seiring waktu, industri rokok rumahan justru tumbuh pesat dan membawa perubahan besar. Pendapatan masyarakat meningkat, lapangan kerja terbuka lebar, dan angka pengangguran menurun drastis. Ekonomi desa hingga kota mulai berputar. Dalam perkembangannya, instansi seperti Bea Cukai dan pihak terkait ikut hadir memberikan pembinaan serta pengawasan. Rokok-rokok lokal pun mulai dilekati pita cukai resmi, sehingga tak lagi dianggap bodong dan justru turut menyumbang pendapatan negara. Meski demikian, perjalanan industri rokok di Madura tidak selalu mulus. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari ketidakpastian kebijakan hingga keterbatasan peluang kerja di luar sektor ini. Dahulu, sebelum industri ini berkembang, tingkat kriminalitas di Madura sangat tinggi, dari pencurian hingga carok kerap terjadi. Namun, dengan tumbuhnya industri rokok, kondisi sosial berangsur membaik. Kriminalitas menurun, kesejahteraan meningkat, dan semakin banyak anak-anak yang bisa melanjutkan pendidikan. Secara demografis, Madura memang tidak memiliki banyak pilihan sektor ekonomi. Selain tembakau, hanya garam yang menjadi andalan. Jika keduanya gagal, dampaknya sangat besar bagi masyarakat. Program-program pemerintah seperti BOS, Bansos, atau padat karya hanya bersifat sementara, tidak cukup untuk menopang kebutuhan jangka panjang. Karena itu, kebijakan terhadap industri rokok di Madura harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kearifan. Mematikan industri ini sama saja dengan menciptakan masalah sosial baru. Di daerah dengan sumber daya terbatas, menghentikan industri rokok berarti menghilangkan mata pencaharian ribuan keluarga. Solusinya bukan menutup, tetapi membimbing, menata, dan memberdayakan agar industri ini tetap berjalan sesuai aturan. Fakta menunjukkan bahwa industri rokok telah menekan angka pengangguran, menurunkan kriminalitas, serta meningkatkan taraf hidup dan pendidikan masyarakat Madura. Kalau boleh jujur, kini, mencari tenaga kerja untuk pabrik rokok di Madura justru semakin sulit, bukan karena pengangguran, tetapi karena hampir setiap daerah telah memiliki industri rokok rumahan sendiri. Masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Oleh sebab itu, dalam menentukan kebijakan cukai dan regulasi industri, pemerintah perlu memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Madura. Sebab pada akhirnya, industri rokok di Madura bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian dari perjuangan hidup dan martabat masyarakatnya. ———— Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih berpihak dan membimbing, agar sektor ini tetap hidup dan produktif. Salah satu langkah yang dinilai tepat adalah dengan menerbitkan pita cukai kelas III. Regulasi mengenai penggolongan tarif cukai sebenarnya telah diatur melalui berbagai peraturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, seperti PER-16/BC/2022 dan PER-19/BC/2024, yang menegaskan pentingnya perlindungan terhadap industri hasil tembakau padat karya tanpa mengabaikan upaya pengendalian konsumsi. Sistem penggolongan ini memungkinkan adanya tarif cukai yang lebih rendah bagi produsen kecil, agar mereka tidak tersingkir oleh dominasi industri besar. Selain itu, Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor PER-15/BC/2024 juga mengatur bentuk, spesifikasi, dan desain pita cukai, termasuk pembedaan berdasarkan warna dan jenis hasil tembakau. Pengaturan ini memperkuat bahwa pemerintah memang memiliki mekanisme klasifikasi yang dapat digunakan untuk memberikan ruang kebijakan berbeda bagi industri kelas bawah. Dalam berbagai kesempatan, sejumlah pihak seperti DPD RI pun telah menyuarakan dukungan terhadap gagasan Golongan III untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) produksi industri kecil. Kebijakan ini dinilai mampu menjadi jembatan antara kebutuhan pasar rokok dengan harga terjangkau dan upaya pemberantasan rokok ilegal, dua hal yang selama ini menjadi dilema utama di sektor hasil tembakau. Dengan demikian, penerbitan pita cukai kelas III bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam membina, melindungi, dan menghidupkan kembali denyut industri rokok kecil yang menjadi bagian dari ekonomi rakyat. Penulis: Owner PT ESM, Haji Suhaydi.

Read More
Merawat Sejarah, Menembus Dunia: Perjalanan Haji Edi dan PT Empat Sekawan Mulia
2026-01-08 00:53:19

Merawat Sejarah, Menembus Dunia: Perjalanan Haji Edi dan PT Empat Sekawan Mulia

PAMEKASAN - Dari tangan seorang perantau, lahirlah sebuah mimpi besar yang kini dikenal sebagai PT Empat Sekawan Mulia (ESM). Perusahaan rokok lokal yang tumbuh dari kesederhanaan, namun berani menatap dunia. Di baliknya berdiri sosok Haji Suhaydi, atau yang akrab disapa Haji Edi, seorang putra Lombok yang menjadikan Madura sebagai tanah pengabdian dan harapan. Haji Edi lahir di Lombok pada 30 Oktober 1974. Perjalanannya tidak dimulai dari kemewahan, melainkan dari bawah, dari kerja teknis yang menuntut ketekunan dan keuletan. Tahun 2005 menjadi titik penting dalam hidupnya ketika ia bergabung dengan PT Sadhana Arif Nusa Madura sebagai teknisi lapangan. Dari sana, ia belajar mengenal dunia tembakau secara menyeluruh—tentang proses, kualitas, dan nilai kejujuran dalam bekerja. Langkah demi langkah dijalani. Jatuh dan bangkit menjadi bagian dari proses hingga akhirnya ia dipercaya menduduki posisi station manager. Dari pengalaman panjang itulah Haji Edi memahami satu hal penting: industri tidak dibangun dari warisan, tetapi dari kerja keras, keteguhan, dan keberanian mengambil risiko. Kesadaran itulah yang melahirkan PT Empat Sekawan Mulia, yang resmi berdiri pada 28 Oktober 2019, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sebuah tanggal yang sengaja dimaknai sebagai simbol persatuan dan semangat kebangkitan. Nama Empat Sekawan bukan sekadar identitas bisnis, melainkan penghormatan kepada empat sahabat yang setia mendukung langkahnya sejak awal—sebuah pengingat agar sejarah dan kebersamaan tidak pernah dilupakan. Brand perdana yang dilahirkan adalah Djava Kretek Hijau. Nama Djava dipilih sebagai penanda kuatnya rasa dan karakter Indonesia. Dari Madura, Haji Edi meracik cita rasa yang berani, konsisten, dan berkarakter—menyatu dengan identitas lokal namun berstandar global. Perusahaan yang bermula dari mimpi sederhana itu tumbuh pesat. Kini, PT Empat Sekawan Mulia memproduksi lebih dari 20 brand Java melalui dua pabrik yang beroperasi di Sumenep dan Pamekasan. Tak hanya menguasai pasar domestik, produk-produk PT ESM juga secara rutin menembus pasar internasional, termasuk Filipina, menjadi bukti bahwa rokok lokal Madura mampu bersaing di panggung dunia. Pengakuan itu semakin kuat ketika Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman secara simbolis melepas ekspor produk PT ESM. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa nama Madura kini ikut berkibar di luar negeri, membawa cerita tentang kerja keras, kualitas, dan kearifan lokal. Bagi Haji Edi, membangun PT ESM bukan semata membangun bisnis. Ia ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas: membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap produk daerahnya sendiri. Perjalanan panjang yang dilaluinya menjadikan PT Empat Sekawan Mulia layak disebut sebagai pelopor rokok lokal berkelas dunia. Sebuah kisah tentang mimpi yang diracik dengan ketulusan—dari seorang putra Lombok yang jatuh cinta pada Madura, dan memilih menjadikannya rumah untuk berkarya. (Humas PT ESM)

Read More
Owner PT ESM Ajak Generasi Milenial Pamekasan Jadi Pengusaha
2026-01-04 05:31:45

Owner PT ESM Ajak Generasi Milenial Pamekasan Jadi Pengusaha

PAMEKASAN - Kesuksesan Pabrik Rokok (PR) Empat Sekawan yang kini sudah menjadi PT Empat Sekawan Mulia (ESM) patut ditiru. Sebab, rokok yang diproduksi perusahaan tersebut dipasarkan ke berbagai negara. Owner PR Empat Sekawan Suhaydi mengatakan, PR di Madura sangat banyak. Salah satunya berdiri di Kabupaten Pamekasan. Itu mengindikasikan masyarakat Madura memiliki potensi luar biasa untuk berdaya saing di pasar internasional. ”Itu telah kami buktikan. Setiap bulan kami rutin ekspor tiga kontainer ke berbagai negara. Seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Timor Leste, dan sebagainya,” ujarnya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya kebanggaan bagi PR Empat Sekawan, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi semua elemen, khususnya masyarakat Pamekasan. ”Untuk terus mendapatkan kepercayaan, harus terus menjaga kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan,” katanya. Dijelaskan, apa yang telah dicapai PR Empat Sekawan diharapkan dapat menginspirasi banyak kalangan. Khususnya generasi muda (milenial). Sehingga, kelak menjadi pengusaha tangguh. ”Mereka (generasi muda) akan melanjutkan apa telah dicapai pengusaha yang eksis di masa kini. Anak muda harus lebih semangat merintis usaha,” ulasnya. Ditambahkan, anak muda harus menjadi pengusaha. Sebab, jika memiliki usaha, dapat membuat pikiran generasi muda lebih fokus. ”Hari-hari mereka akan diisi kegiatan yang positif. Jika memiliki usaha, mereka akan memiliki pendapatan dan bahkan dapat berbagi rezeki kepada sesama,” tutur Suhaydi. Suhaydi berpendapat, menjadi pengusaha tidak dibatasi usia. Tidak hanya dari kalangan orang tua, anak muda justru diyakini memiliki peluang yang besar untuk merengkuh sukses. Syaratnya, harus pandai membaca dan memanfaatkan peluang. ”Apalagi, sekarang merajut relasi dan mendapat akses ke luar negeri sangat mudah. Sudah didukung teknologi,” ulas Suhaydi. Dia berharap terus menginspirasi masyarakat, khususnya anak muda. Sehingga, semakin semangat untuk menjadi pengusaha dan tidak mudah menyerah saat diberi kesempatan untuk merintis usaha. ”Kami selalu mendorong agar generasi muda bisa jadi pengusaha yang sukses dan bermanfaat bagi sesama,” katanya. Selain itu, generasi muda mesti bergerak cepat menyesuaikan arus zaman. Misalnya, memiliki usaha rumahan yang hasilnya menjanjikan. ”Generasi muda mesti kian giat untuk berkarya. Kita harus terus berkembang menyesuaikan dengan zaman,” pungkasnya. Sumber: Radar Madura

Read More
Perjalanan PT ESM: Transformasi Rokok Lokal Menembus Dunia
2025-12-30 09:42:32

Perjalanan PT ESM: Transformasi Rokok Lokal Menembus Dunia

Perusahaan Rokok (PR) PT Empat Sekawan Mulia tumbuh dari Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Dari ruang sederhana di pedesaan Madura, industri ini perlahan membangun pijakan hingga akhirnya mampu menembus pasar internasional. Tahun 2025 menjadi tonggak emas—sebuah fase lompatan yang menandai transformasi PT Empat Sekawan Mulia dari industri lokal menembus dunia. Sebanyak 10 juta batang rokok Madura berhasil diekspor ke Filipina. Capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan simbol keberanian dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Ekspor perdana ini menjadi pintu masuk PT Empat Sekawan Mulia ke panggung dunia, sekaligus bukti bahwa produk berbasis tembakau Madura memiliki daya saing di pasar internasional. Sepanjang tahun 2025, PT Empat Sekawan Mulia telah tiga kali ekspor dengan tujuh produk unggulan ke berbagai negara, termasuk Filipina dan Malaysia. Produk seperti King Bravo, Java Blueberry, tampil sebagai representasi karakter tembakau Madura—kuat, khas, dan berkelas—yang diterima oleh konsumen mancanegara. Langkah ekspansi pun terus diperluas. Tidak berhenti pada dua negara, PT Empat Sekawan Mulia tengah menyiapkan penetrasi pasar ke India dan Singapura, dengan proyeksi ekspor mencapai 50 juta batang rokok. Persiapan ini menegaskan keseriusan perusahaan dalam memperkuat eksistensinya di pasar global. Kini, ekspor rokok Madura bukan hanya menjadi kebanggaan PT Empat Sekawan Mulia, tetapi juga kebanggaan bersama. Ia menjadi bukti bahwa tembakau Madura mampu bersaing secara global, menggerakkan roda ekonomi, serta menghadirkan kesejahteraan bagi banyak pihak—dari petani hingga pelaku industri di daerah.

Read More
Idul Adha, PT Empat Sekawan Mulia Sembelih 12 Ekor Sapi
2025-12-25 05:09:57

Idul Adha, PT Empat Sekawan Mulia Sembelih 12 Ekor Sapi

Pada momentum Idul Adha, PT Empat Sekawan Mulia (ESM) turut menyembelih hewan kurban. Tercatat terdapat 12 ekor sapi yang disembelih. Owner PT ESM Suhaydi mengatakan, penyembelihan hewan kurban ini sebagai wujud syukur perusahaannya. “Alhamdulillah untuk kurban tahun ini ada 12 ekor sapi yang disembelih dan akan dibagikan kepada seluruh karyawan dan masyarakat umum,” katanya, Senin (9/6/2025). Suhaydi mengaku senang dan bersyukur karena perusahaannya juga dapat berkurban. Menurut dia, kurban merupakan ibadah yang membutuhkan kesabaran jiwa. “Ikhlas itu wajib, mengorbankan apa pun jika itu sudah perintah Allah SWT,” ujarnya. Secara khusus, Suhaydi mengatakan, dengan berkurban, dia mengajak seluruh karyawan dan masyarakat untuk meneladani pelajaran berharga dari Nabi Ibrahim AS. Yaitu harus berani berkurban. “Terutama untuk seluruh karyawan, mari kita korbankan seluruh tenaga dan pikiran kita untuk kesuksesan kita bersama, tentu demi kemajuan perusahaan kita ke depan,” ajak Suhaydi. Tahun ini, PT ESM yang membawahi puluhan produk rokok itu memasarkan produknya di seluruh gerai Indomaret se Indonesia. Diharapkan ikhtiar tersebut terus berlanjut dan berdampak signifikan terhadap kemajuan perusahaan. “Semoga PT ESM tetap terus tumbuh dan memberi dampak yang lebih baik nan luas bagi semua,” tandasnya.

Read More
PT Empat Sekawan Mulia Alirkan Cahaya Jariyah hingga Bangun MCK di Pesantren Goa Pamekasan
2025-12-25 05:07:10

PT Empat Sekawan Mulia Alirkan Cahaya Jariyah hingga Bangun MCK di Pesantren Goa Pamekasan

PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia kerap melakukan aksi-aksi sosial. Kali ini, perusahaan rokok yang sudah tembus ekspor ini memberikan bantuan listrik gratis Pesantren Goa di Dusun Pao Badang, Desa Klompang Barat, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Bantuan listrik gratis ini guna mendukung kegiatan belajar di Pesantren Goa. “Ini merupakan bentuk realisasi dari komitmen kami (PT Empat Sekawan Mulya) agar senantiasa bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak hanya fokus mencari profit,” kata Owner PT Empat Sekawan Mulia Suhaydi, Selasa (11/2/2025). Pria yang kerap disapa H Edi ini berharap, dengan adanya aliran listrik di lembaga tersebut dapat menunjukkan terhadap proses belajar mengajar lebih baik dan nyaman. Selain memberikan bantuan listrik gratis, PT Empat Sekawan Mulya ini juga memberikan bantuan pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK). Fasilitas yang baru rampung dibangun ini memiliki 7 bilik kamar mandi, dan kakus, serta satu area tempat cuci yang dilengkapi dengan satu tangki. Kemudian, juga dibangun tempat wudhu outdoor dilengkapi dengan tanaman hias di sekelilingnya. “Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas MCK ini dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan di lingkungan pesantren Goa ini,” ujarnya. Sebelumnya, lanjut H Edi, pihaknya juga telah membangun tembok tanah dan saluran air di area selatan Pesantren Goa. “Semua diniatkan Lillahita’ala. Semoga bermanfaat untuk semua. Perusahaan kami pun semakin berkembang lebih baik karena usaha dan doa masyarakat,” tuturnya. Diketahui, PT Empat Sekawan Mulya menyisihkan sebagian dana untuk corporate social responsibility (CSR) untuk digunakan kegiatan program sosial, termasuk memberikan listrik gratis hingga pembangunan MCK di Pesantren Goa, Dusun Pao Badang, Desa Klompang Barat tersebut. Sumber: yakusa.id

Read More
PT ESM Ekspor Rokok King Djava ke Malaysia
2025-12-25 05:00:22

PT ESM Ekspor Rokok King Djava ke Malaysia

PAMEKASAN - Rokok lokal asal Madura kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Merek King Djava yang diproduksi PT Empat Sekawan Mulia (ESM) resmi menembus pasar Malaysia dengan jumlah ekspor mencapai 5 juta batang. Pengiriman tersebut menjadi ekspor kedua yang dilakukan perusahaan asal Pamekasan itu. Proses ekspor berlangsung di bawah pengawasan ketat Bea Cukai Madura, mulai dari tahap produksi, pengemasan, hingga kontainer disegel. “Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Segel yang dipasang Bea Cukai adalah jaminan keamanan. Jika segel rusak, artinya ada indikasi pelanggaran,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Bea Cukai Madura, Budi Dewantoro, Kamis (4/9/2025). Meski tidak mengawal langsung hingga tujuan, Bea Cukai menjamin keamanan distribusi. Rokok dikirim melalui jalur laut ke Kalimantan, kemudian diteruskan menuju Malaysia lewat Bea Cukai Nunukan. Sementara itu, pemilik King Djava, H. Suhaydi, mengungkapkan ekspor kali ini membawa varian baru dengan rasa blueberry. Varian tersebut diyakini dapat menarik minat konsumen di Negeri Jiran. “Ini terobosan baru dari PT Empat Sekawan Mulia. Kami ingin memperkenalkan cita rasa berbeda, sekaligus melihat respon pasar Malaysia,” jelas pria yang akrab disapa Haji Edi itu. Tak hanya berhenti di Malaysia, ESM juga menargetkan langkah lebih jauh dengan menyiapkan ekspansi ke pasar Eropa, khususnya Belanda. “Kami sedang mempersiapkan produksi untuk pasar Eropa. Mudah-mudahan segera terealisasi,” tambahnya. Haji Edi juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Madura yang telah mendampingi proses perizinan hingga ekspor berjalan lancar. “Dengan strategi ekspansi ini, PT ESM optimistis memperluas jangkauan hingga ke empat atau lima negara pada tahun ini,” pungkasnya. Sumber: yakusa.id

Read More
Meet and Greet PT ESM bersama Toko Bagus, Perkuat Kemitraan dan Kenalkan Varian Djava
2025-12-25 04:57:01

Meet and Greet PT ESM bersama Toko Bagus, Perkuat Kemitraan dan Kenalkan Varian Djava

PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia (ESM) menggelar meet and greet dengan salah satu mitra bisnisnya, yakni Toko Bagus. Kegiatan tersebut digelar di Hotel New Ramayana, Pamekasan, Sabtu (14/6/2025). Owner PT ESM Suhaydi mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu acara penting dalam upaya membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan mitra bisnis. “Kami berterima kasih kepada Toko Bagus yang sudah berkenan menjalin kerja sama. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, kami mengundang pihak Toko Bagus hari ini, kemudian juga untuk memperkenalkan produk-produk yang ada di PT Empat Sekawan Mulia,” katanya. Suhaydi mengatakan, produk-produk brand Djava sebenarnya sudah distribusikan ke seluruh Indonesia. Bahkan ada beberapa produk yang sudah diekspor ke beberapa negara, baik itu Timor Leste, Malaysia, dan Filipina. “Dalam waktu dekat ini, Alhamdulillah kita sudah ada kontrak dengan Polandia dan Inggris untuk mengekspor beberapa produk kategori putihan, yaitu King Djava. Dan ada beberapa brand-brand baru, seperti Exodus,” ujarnya. Di hadapan tim Toko Bagus, Suhaydi menegaskan bahwa produk-produk dari PT Empat Sekawan Mulia ini tidak perlu diragukan. Sebab tidak kalah dengan produk-produk lainnya. Bahkan, kata Dia, beberapa kompetitor yang memang kelas satu mengakui bahwa produk PT Empat Sekawan Mulia sangat bisa bersaing. “Di beberapa wilayah, produk-produk kita mendominasi penjualan beberapa produk, termasuk di Jakarta Raya. Satu bulan, bisa menghabiskan 500-600 karton,” kata Suhaydi. Dia pun berharap, pada tahun ini pertumbuhan penjualan meningkat antara 30 hingga 35 persen. Karenanya, pihaknya mencoba menjalin kerja sama dengan modern market, salah satunya Toko Bagus. Selain memang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Indomarco. “Kerja sama dengan Toko Bagus ini sebenarnya kita mencoba untuk sambil beramal. Jadi, saya lebih senang bekerja sama dengan pondok-pondok pesantren. Sebab di situ kita tidak hanya berbisnis, namun juga bisa beramal,” tandasnya. Sumber: yakusa.id

Read More
PT Empat Sekawan Mulia Bagikan 1000 Bibit Alpukat Aligator untuk Masyarakat Pamekasan
2025-12-24 08:22:43

PT Empat Sekawan Mulia Bagikan 1000 Bibit Alpukat Aligator untuk Masyarakat Pamekasan

PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia (ESM) melakukan upaya nyata pelestarian lingkungan dengan membagikan 1.000 bibit alpukat kepada masyarakat di Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Kamis (20/3/2025). Kegiatan ini kelanjutan dari beberapa waktu lalu, di mana ESM melalui program CSR-nya di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat telah membagikan 800 bibit durian musang king dan durian hitam atau durian oche kepada warga Desa Bicorong, Klompang Barat, Desa Klompang Timur, dan Desa Bajang. Owner PT Empat Sekawan Mulia (ESM) Suhaydi mengatakan, ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Pamekasan yang hijau dan produktif. “Sekarang mungkin belum terasa manfaatnya, tapi 3-4 tahun ke depan akan terasa bahwa alpukat ini punya nilai yang cukup bersaing di pasar,” katanya, Kamis (20/3/2025). Karenanya, kata pria yang kerap disapa H Edi itu, diharapkan, ikhtiar ini mampu meningkatkan kelestarian lingkungan, menjaga ketersediaan air tanah, dan menambah produktifitas masyarakat lewat tanaman alpukat ini. “Lingkungan terjaga, masyarakat juga berdaya,” ujarnya. Camat Pakong Rifki Syamlan mengucapkan terima kasih atas dukungan PT Empat Sekawan Mulia kepada masyarakat Kecamatan Pakong yang telah membagikan 1000 bibit pohon alpukat aligator kepada warganya. “Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya selalu Camat Pakong, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Empat Sekawan Mulia. Mudah-mudahan ke depan desa di Kecamatan Pakong menjadi desa agrowisata, pusat buah-buahan,” tandasnya. Sumber: yakusa.id

Read More
PT Empat Sekawan Mulia Bantu Rp100 Juta Rehab Masjid Al-Mu’minun Desa Klompang Timur, Pakong
2025-12-24 08:18:10

PT Empat Sekawan Mulia Bantu Rp100 Juta Rehab Masjid Al-Mu’minun Desa Klompang Timur, Pakong

PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia membantu percepatan rehabilitasi Masjid Al-Mu’minun di Dusun Panyaleh, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Owner PT Empat Sekawan Mulia Suhaydi mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan masyarakat. Bantuan yang diberikan langsung oleh pemilik rokok Djava kepada ketua Takmir Masjid Al-Mu’minun ini senilai Rp100 juta. “Prinsipnya, perusahaan kami juga ingin bermanfaat kepada masyarakat luas. Jadi, tidak hanya fokus mencari profit,” katanya, Sabtu (25/1/2025). Pria yang kerap disapa H Edi itu menyebutkan bahwa perusahaannya menyisihkan sebagian dana untuk corporate social responsibility (CSR) untuk digunakan kegiatan program sosial, termasuk memberikan bantuan pembangunan Masjid Al-Mu’minun ini. Selain itu, H Edi menyebut, perusahaannya juga kerap memberikan bantuan beasiswa bagi warga kurang mampu, pesantren, dan guru ngaji. H Edi meyakini, perusahaannya tidak akan rugi setelah memberikan bantuan kepada masyarakat atau lembaga pendidikan. Justru sebaliknya, akan semakin berkembang lebih baik karena usaha dan doa masyarakat. Sementara ketua Takmir Masjid Al-Mu’minun Mohammad Anwar mengatakan, terima kasih atas bantuan dari PT Empat Sekawan Mulia. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu untuk rehabilitasi masjid yang sudah berdiri sejak 1997. “Kami dibantu Rp100 juta untuk rehabilitasi masjid ini. Alhamdulillah, sangat membantu. Kami ucapkan terima kasih kepada pak Suhaydi yang telah meringankan beban masyarakat untuk rehabilitasi masjid Al-Mu’minun ini,” ujarnya. Anwar mengatakan, Masjid Al-Mu’minun ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai kegiatan masyarakat dalam kajian keislaman. “Dengan adanya bantuan ini, membantu kami dalam menyelesaikan rehabilitasi masjid agar masyarakat bisa segera memanfaatkan untuk kegiatan beribadah serta kegiatan lainnya,” ujarnya. Sumber: yakusa.id

Read More
PT Empat Sekawan Mulia All-out Perbaiki Jalan Klompang Timur
2025-12-24 08:14:12

PT Empat Sekawan Mulia All-out Perbaiki Jalan Klompang Timur

PAMEKASAN - Eksistensi PT Empat Sekawan Mulia cukup memberikan warna tersendiri bagi masyarakat. Terutama, bagi mereka yang berdomisili di Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Pamekasan. Salah satu contohnya, perbaikan jalan di kawasan tersebut. Perusahaan ternama itu all-out membantu perbaikan akses jalan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Setelah jalan itu diperbaiki, masyarakat kini leluasa menjajaki jalan yang telah beraspal tersebut. Owner PT Empat Sekawan Mulia Suhaydi mengatakan, kerusakan akses jalan di lokasi itu cukup parah. Dengan demikian, perusahaannya tergerak untuk memperbaikinya. Total panjang jalan yang diperbaiki sekitar 1,3 kilometer dan anggaran perbaikan yang dihabiskan Rp 600 juta. ”Prinsipnya, perusahaan kami tidak hanya fokus mencari profit. Namun, perusahaan kami juga ingin memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan berkontribusi untuk pembangunan daerah. Dalam hal ini, masyarakat Madura,” katanya, Senin (1/9/2024). Dengan akses jalan yang lebih baik, kata Suhaydi, mobilitas masyarakat tentu akan semakin lancar. Apalagi, PT Empat Sekawan Mulia tidak hanya membantu memperbaiki jalan. Namun, juga menyediakan lampu penerang jalan umum (PJU) di lokasi tersebut. Perusahaan menyisihkan sebagian dana untuk corporate social responsibility (CSR). Dana itu digunakan untuk kegiatan infrastruktur hingga program sosial. Misalnya, memberikan bantuan beasiswa bagi warga kurang mampu, pesantren, dan guru ngaji. Suhaydi meyakini, perusahaannya tidak akan rugi setelah memberikan bantuan kepada masyarakat atau lembaga pendidikan. Sebaliknya, akan semakin berkembang lebih baik. Tentunya, hal itu berkat usaha dan doa masyarakat. Sementara itu, Kades Klompang Timur Beng Handayani mengucapkan terima kasih atas bantuan mandiri PT Empat Sekawan Mulia. Tentunya, program perbaikan jalan di wilayahnya sangat berdampak positif bagi masyarakat. ”Ini teladan yang baik dan harus dicontoh perusahaan lainnya. PT Empat Sekawan Mulia telah terbukti membangun dan meningkatkan sektor infrastruktur. Semoga perusahaan lain juga seperti itu,” harapnya. Menurut Handayani, perbaikan akses jalan di desanya telah lama dinantikan oleh warga. Apalagi, akses tersebut merupakan jalan pintas bagi sebagian warga Kecamatan Kadur yang hendak bepergian ke Kecamatan Pakong. ”Dulu kerusakan jalan sangat parah. Sekarang (jalan, Red) sudah bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat. Sekarang tidak perlu khawatir meski musim hujan,” tegasnya. Ainul Yaqin, warga Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, mengapresiasi langkah PT Empat Sekawan Mulia tersebut. ”Awalnya, banyak yang mengeluh karena kerusakan jalan sangat parah. Alhamdulillah, sekarang sudah dibantu oleh PT Empat Sekawan Mulia. Semoga jumlah jalan rusak yang diperbaiki perusahaan semakin banyak,” pungkasnya. Sumber: Radarmadura.id

Read More
Kembali Ekspor Rokok Madura ke Luar Negeri, Owner PT ESM: Bukti Kita Mampu Berkompetisi
2025-12-24 07:32:17

Kembali Ekspor Rokok Madura ke Luar Negeri, Owner PT ESM: Bukti Kita Mampu Berkompetisi

PAMEKASAN, Kualitas rokok yang diproduksi PT Empat Sekawan Mulia (ESM) tidak diragukan lagi. Terbukti, perusahaan rokok asli Pamekasan ini kembali mengekspor ke luar negeri. Perusahaan rokok yang berbasis di Pamekasan ini patut diapresiasi. Sebab, dari sekian perusahaan rokok di Bumi Ratu Pamelingan, PT ESM merupakan satu-satunya perusahaan yang sukses merambah pasar internasional. Meski, hal itu tidak mudah untuk dicapai. Owner PT ESM Suhaydi mengungkapkan bahwa untuk dapat diterima di negara lain perlu pendekatan mencari pasar. Sebab, pasar sifatnya kompetitif. “Alhamdulillah produk kita bisa diterima di negara lain. Ini salah satu bentuk kemampuan kita untuk berkompetisi. Harapan kita, dengan ekspor ini bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi bahwa kalau kita mau berusaha sungguh-sungguh, konsisten, pasti bisa,” katanya, Rabu (9/7/2025). Suhaydi mengatakan, selama ini perusahaannya memang sudah ekspor ke beberapa negara, salah satunya ke Malaysia, Timor Leste. Sekarang ini ada dua negara yang sudah ada perjanjian kerjasama, yaitu ke Polandia dan Australia. Menurutnya, sampai saat ini sudah ada tujuh brand yang diekspor ke luar negeri. “Untuk saat ini satu brand, yakni King Bravo,” ujarnya. Menembus pasar internasional, lanjut Suhaidi, bukan hal mudah. Dia pun berharap dengan adanya brand-brand yang sudah masuk, nanti disusul dengan brand-brand yang lain. “Sekarang kita kirim 1000 karton dengan 10 juta batang,” katanya. “Kita berusaha menjaga kepuasan konsumen supaya bisa percaya produk kita,” pungkasnya. Kasi Perbendaharaan Bea Cukai Madura Budi Suharto mengatakan bahwa sudah menjadi tugas Bea Cukai untuk memberi pendampingan dan dukungan, termasuk terhadap PT Empat Sekawan Mulia. “Karena ini sesuatu yang positif, sebab tidak hanya memberi dampak untuk Madura tetapi kepada bangsa secara keseluruhan. Selain itu mendukung perekonomian, menambah devisa,” katanya usai melakukan pemeriksaan terhadap rokok yang hendak diekspor. Sumber: yakusa.id

Read More
Rokok Lokal Madura Go Internasional, PR Empat Sekawan Ekspor 10 Juta Batang Rokok ke Filipina
2025-12-24 01:29:07

Rokok Lokal Madura Go Internasional, PR Empat Sekawan Ekspor 10 Juta Batang Rokok ke Filipina

PAMEKASAN – Perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Pamekasan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya adalah PR Empat Sekawan yang kini mulai menjajaki pasar internasional. Industri rokok yang beralamat di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, itu resmi melakukan ekspor perdana ke Filipina. Sebanyak 10 juta batang rokok dikirimkan ke Filipina pada Minggu (3/11). Kegiatan ekspor tersebut turut disaksikan langsung oleh perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Madura. Owner PR Empat Sekawan, Suhaydi, menyebut ekspor perdana ini sebagai langkah awal untuk membawa rokok lokal Madura ke level yang lebih tinggi. “Ini adalah awal kami untuk melangkah lebih maju,” ujarnya. Menurut Suhaydi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga seluruh rekan kerja yang selama ini konsisten mendukung perkembangan PR Empat Sekawan. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh partisipasi yang diberikan. Ke depan, PR Empat Sekawan menargetkan peningkatan volume ekspor. Bahkan, pada Desember mendatang perusahaan ini merencanakan pengiriman sebanyak lima kontainer atau sekitar 50 juta batang rokok. “Kami sudah menjalin komunikasi dengan customer,” ungkapnya. Bagi Suhaydi, keinginan yang dibarengi dengan usaha dan pengorbanan yang kuat tidak akan pernah sia-sia. Hasil kerja keras tersebut kini mulai terlihat nyata. “Ekspor rokok lokal Madura ini bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi perusahaan, tetapi juga untuk kita semua,” tuturnya kepada awak media. Tak berhenti di Filipina, PR Empat Sekawan juga membidik pasar negara lain seperti India dan Singapura. Ia berharap potensi yang dimiliki industri rokok lokal Madura dapat terus berkembang, sehingga mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar internasional. Sementara itu, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) KPPBC TMP C Madura, Zainul Arifin, mengapresiasi langkah berani PR Empat Sekawan dalam menembus pasar global. Menurutnya, ekspor tersebut merupakan pencapaian luar biasa, terlebih Madura selama ini kerap dilekatkan dengan stigma rokok ilegal. Karena itu, ekspor perdana ini dinilai dapat memberikan dampak positif bagi industri rokok di Madura sekaligus mengangkat citra PR lokal. “Kami percaya cita rasa rokok lokal Madura memiliki ciri khas. Rasanya luar biasa dan dapat diterima oleh semua kalangan,” jelas Zainul. Ia menegaskan, Bea Cukai akan terus memberikan dukungan maksimal kepada para pengusaha rokok lokal. Mengingat, potensi bahan baku rokok di Madura sangat besar. Di sisi lain, upaya tersebut juga sejalan dengan peran KPPBC TMP C Madura dalam mengembangkan industri rokok legal dan berdaya saing. Sumber: Radar Madura

Read More

Stay Updated

Subscribe to our newsletter and never miss an update